BlangMerang- KoreksiNews– Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor bersama Dinas Prindustrian menggelar Bimbingan Teknik Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial untuk masyarakat di Desa Baraler,Blang Merang dan Baranusa, bertempat di Aula Kecamatan Pantar Barat Senin (24/11/2025).
Camat Pantar Barat Taslim Jou,S.Sos saat membuka kegiatan bimtek dalam sambutannya mengemukakan, Perpustakaan sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya,kemauan untuk menerima perubahan,menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan hak azazi manusia. “Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perubahan inovasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bertujuan untuk penguatan literasi masyarakat dan pemerataan informasi,” katanya
Perpustakaan di era modern tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Konsep TPBIS (Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial) hadir sebagai strategi untuk mewujudkan perpustakaan yang inklusif, ramah, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. TPBIS mendorong perpustakaan untuk berperan aktif dalam penguatan literasi, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan kreativitas. Namun, implementasinya membutuhkan pemahaman, strategi, dan keterampilan khusus bagi pustakawan dan pengelola perpustakaan. Bimtek ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Ridwan Iho,S.Sos selaku Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Alor dalam membawakan materi menyampaikan bahwa Transformasi Perpustakan Desa berbasis Inklusi Sosial melibatkan semua komponen terkait,namun disesuikan dengan kondisi kesiapan dana yang disediakan oleh dinas yang berwewenang,akan tetapi kita juga tidak boleh menyerah begitu saja dengan tetap membangun korelasi dengan pemerintah di tingkat Provinsi sampai ke tingkat pusat. Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk
- Memberikan pemahaman konsep TPBIS dan urgensinya di era digital.
- Membekali pustakawan dengan strategi pengelolaan perpustakaan berbasis inklusi sosial.
- Meningkatkan peran perpustakaan sebagai pusat literasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
- Mewujudkan perpustakaan yang inklusif, berdampak sosial, dan berdaya guna.
Selanjutnya hadir dalam bimtek ini kabid perencanaan dinas perindustrian kabupaten alor membawakan materi terkait peran wirausaha dan mengembangkan perekonomian di tingkat desa oleh para pelaku usaha baik UMKM maupun IKM. (sito)